Tahap Akhir
1. Syarat kelulusan tahap, akhir dan berhak menyandang gelar profesi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP)

   1.1. Lulus ujian tulis tahap akhir Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU
   1.2. Lulus ujian OSCE tahap akhir Departemen Kardiologi dan. Kedokteran Vaskular FK USU
   1.3. Lulus ujian oral (panel) Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU
   1.4. Lulus ujian sidang terbuka, penelitian (tesis) akhir
   1.5. Lulus ujian tulis NBOE
   1.6. Lulus ujian oral (panel) NBOE
   1.7. Indeks Prestasi Kumulatif lebih atau sama dengan 2,75

2. Bila salah satu urutan komponen ujian diatas tidak terpenuhi, maka:

   2.1. Tidak dapat lanjut ke komponen ujian berikutnya sesuai dengan urutan diatas
   2.2. Remedial ujian komponen tersebut harus dilaksanakan dalam tempo maksimal 1 bulan

3. Persyaratan mengikuti ujian tulis tahap akhir dan ujuian OSCE Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vascular FK USU

   3.1. Dilaksanakan setelah selesai dan lulus seluruh modul tahap pendidikan.
   3.2. Telah mengumpulkan buku log ringkasan kegiatan seluruh tahap pendidikan
   3.3. Telah selesai atau minimal dalam proses akhir penyelesaian tugas MPA 5 : penelitian (tesis) akhir

4. Persyaratan mengikuti ujian oral (panel) Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU

   4.1. Lulus seluruh modul tahap pendidikan
   4.2. Lulus ujian tulis tahap, akhir Departemen Kardiologi dan kedokteran Vaskular FK USU
   4.3. Lulus ujian OSCE Departemen. Kardiologi dan. kedokteran Vaskular FK USU
   4.4. Menyerahkan minimal 1 (satu) makalah lengkap sebagai author tentang hasil penelitian / artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di forum ilmiah nasional           / internasional atau dipublikasikan di journal ilmiah nasional/ internasional
   4.5. Telah menyelesaikan tugas MPA 5 : sidang tertutup (maju kecil) penelitian (tesis) akhir

5. Persyaratan ujian sidang terbuka (maju besar) penelitian (tesis) akhir

   5.1. Lulus ujian tulis tahap akhir Departemen. Kardiologi dan. kedokteran Vaskular FK USU
   5.2. Lulus ujian OSCE Departemen Kardiologi dan kedokteran Vaskular FK USU
   5.3. Lulus ujian panel Departemen Kardiologi dan kedokteran Vaskular FK USU
   5.4. Lulus sidang tertutup, penelitian (tesis) akhir

6. Persyaratan mengikuti ujian tulis nasional (NBOE):

   6.1. Dilaksanakan pads 2 minggu sebelum berakhimya semester 9
   6.2. Maksimal hanya 1 stase besar atau 2 stase kecil yang belum lulus

7. Persyaratan mengikuti ujian oral (panel) nasional NBOE

   7.1. Lulus ujian tulis, OSCE dan oral (panel) Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU
   7.2. Lulus ujian tulis nasional (NBOE)
   7.3. Lulus ujian sidang terbuka penelitian (tesis) akhir
   7.4. Menyerahkan makalah lengkap penelitian (tesis) akhir yang siap dipublikasikan
   7.5. Telah melunasi seluruh biaya iuran Kolegium

SELEKSI PESERTA
Penerimaan calon peserta program pendidikan dokter spesialis kardiovaskular, sesuai dengan jalur penerimaan yang telah ditetapkan dengan peraturan yang berlaku. Seleksi penerimaan peserta diubah mengikuti aturan dari Konsil Kedokteran Indonesia, yaitu seleksi nasional oleh Kolegium. Seleksi dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh Ketua Departemen / Bagian untuk menyeleksi peminat yang sudah mengajukan permohonan untuk mengikuti pendidikan, sesuai ketentuan yang ditetapkan meliputi :
1. Seleksi kelengkapan persyaratan administratif.
2. Seleksi fisik dan psikoemosional, tes kesehatan dokter termasuk audiogram.
3. Seleksi untuk pemohon yang sudah memiliki ijazah Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dilakukan untuk menilai dan menentukan kompetensi dan pengalaman apa yang sudah dimiliki dan dapat diakui.
4. Seleksi untuk pemohon yang sudah memiliki ijazah Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari senter di luar negeri dilakukan untuk menilai dan menentukan kompetensi dan pengalaman apa yang sudah dimiliki.
5. Sertifikat ujian Real TOEFL dengan score minimal 500. Sertifikat TOEFL dikeluarkan oleh lembaga pembelajaran bahasa Inggris resmi yang ditunjuk oleh masmg-masing pusat pendidikan.
6. Mempunyai nilai indeks prestasi minimal 2.75 (dinilai oleh masing-masing center)
7. Umur tidak lebih dari 35 tahun saat mengikuti pendidikan (melampirkan photo copy akte kelahiran)
8. Lulus dalam ujian seleksi masuk yang meliputi
   8.1. Ujian Kemampuan Akademik (Ujian Tulis)
   8.2. Ujian Psikotes
   8.3. Tes Wawancara

Peserta didik Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU Harus mematuhi peraturan yang ditetapkan meliputi:
1. memenuhi kriteria penilaian dan persyaratan kelulusan dalam masa studi yang telah ditetapkan.
2. Wajib melaksanakan registrasi administrasi dan atau registrasi akademik
3. Memiliki hasil evaluasi 2 (dua) semester pertama dengan IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima)
4. Evaluasi akhir masa studi wajib mendapatkan IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima) dari beban studi yang dipersyaratkan dengan nilai terendah C.
5. Mampu memenuhi target evaluasi pendidikan dengan jabaran:
   5.1. Tahap I
      5.1.1. skor P dan atau K kumulatif sama atau lebih dari 4 (empat)
      5.1.2. skor S = 3 (tiga)
   5.2. Tahap II dan III
      5.2.1. skor P dan atau K dan atau S kumulatif sama atau lebih dari 10 (sepuluh)
      5.2.2. skor S kumulatif = 6 (enam)
6. Tidak memlebihi Masa pendidikan melampaui n + 1/2n ( 1 1/2n ) atau 13 semester (78 bulan)
7. Mematuhi seluruh tatatertib kehidupan di Lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
8. Jika terbukti melanggar etika etika berat berdasarkan hasil rapat pleno Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU berkoordinasi denganb Komite, Etik Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan maka dapat dijatuhkan sanksi berupa penghentian Pendidikan

Sanksi Akademik
Sanksi Akademis dapat diberikan berdasarkna penilaian yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sanksi akademis dapat berupa :
1. Peringatan Lisan
2. Peringatan tertulis I,II dan III
3. Skorsing
4. Penghentian pendidikan
Sanksi Penghentian Pendidikan dapat diberikan kepada peserta didik:
1. Pada tahap awal
2. Pada tahap selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi berkala
3. Penghentian berdasarkan :
   3.1. Masalah perilaku (attitude)
   3.2. Kemampuan akademis yang kurang
   3.3. Kelalaian dalam tugas pendidikan
   3.4. Melebihi batas waktu pendidikan (1,5 kali)
   3.5. Permintaan sendiri
   3.6. Alasan kesehatan.
Keputusan penghentian pendidikan peserta PPDS dari Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU dilakukan berdasarkan hasil rekapitulasi dari evaluasi berkala, masing-masing tahap pendidikan, laporan pembimbing akademik, evaluasi bidang hukum dan tats tertib program studi dan aturan yang berlaku di Universitas Sumatera Utara yang tereantum sdalam buku Himpunan Akademik Universitas Sumatera. Utara. Penentuan penghentian pendidikan ditetapkan oleh Tim Evaluasi Program Studi Ilmu Penyakit jantung dan Pembuluh Darah Fk USU yang terdiri dari:
1. Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU
2. Ketua. Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
3. Sekretaris Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
4. Ketua dan sekretaris Penanggung Jawab Bidang dalam struktur organisasi program studi
5. Ketua dan anggota Komisi Pendidikan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK USU
Keputusan penghentian pendidikan dilaporkan oleh Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU ke Dekan Fakultas Kedokteran USU untuk diproses lebih lanjut. Selanjutnya keputusan penghentian pendidikan diretapkan oleh Rektor Universitas Sumatera Utara.